Tugas Kedua Softskills - Inovasi SI & New Technology
Beberapa Teknologi yang menurut saya yang akan menjadi tren dan berkembang di masadepan yaitu :
1. Hoverboard atau Skateboard Terbang
Kalau ini sih bukan masa depan lagi, memang sudah ada dan mulai dijual di pasaran. Self-balancing scooter atau dikenal dengan hoverboard ini akan menjadi tren kendaraan sekarang. Hoverboard bekerja dengan cara menyeimbangkan otomatis kondisi badanmu dan navigasinya.
Namun, sebenarnya hoverboard yang diharapkan di masa depan adalah perangkat mirip skateboard yang penggunaannya benar-benar tanpa roda dan bisa terbang melayang. Sudah ada beberapa perusahaan yang tengah mengembangkan ini, dan mungkin kita bisa melihatnya dalam waktu dekat.
2. Sepatu Pintar
Sepatu pintar ini dapat mendeteksi gerakan penggunanya dari dari berjalan, lari, hingga mendaki. Nantinya sepatu pintar ini akan mengirimkan informasi seperti jarak yang ditempuh, kecepatan, dan jumlah kalori terbakar ke smartphone yang kamu pairing. Canggihnya, sepatu pintar ini ditenagai baterai yang mampu bertahan selama 60 hari.
3. Robot Tentara
Robot tentara juga diprediksi akan menjadi objek perkembangan teknologi masa depan tercanggih di dunia militer. Akurasi dan perhitungan komputer serta pengurangan korban nyawa manusia menjadi alasan kuat bagi negara-negara seperti China dan Amerika Seirkat mengembangkan teknologi ini.
4. Survey Cuaca dan Pemilihan Partai dengan Artificial Intelligence
Proyek terbaru James Bridle ingin menujukkan bahwa kondisi cuaca mempengaruhi jumlah voting pada pemilu. Ia kemudian membangun model machine learning untuk memprediksi hasil pemilu berdasarkan kondisi cuaca tersebut. Random memang, tapi pada intinya artificial intelligence memang sudah banyak digunakan pada kehidupan nyata pada saat ini, meski penggunaannya bisa dibilang masih pada tahap awal dan masih butuh penyempurnaan lagi ke depannya.
5. Mobil Terbang
Mobil ini seperti kendaraan di film-film sci-fi. Sebentar lagi kamu akan melihat perkembangan teknologi masa depan mobil melayang di angkasa! Mobil ini bisa berjalan di jalan biasa dan udara. Penggunanya pun memerlukan sertifikasi pilot untuk menjamin keselamatan operasional mobil terbang ini.
6. Wisata Luar Angkasa
Perkembangan teknologi masa depan di dunia antariksa juga amat pesat. Sebentar lagi, kamu akan bisa menikmati berwisata dan melihat-lihat Bulan dan Bumi dari atas ruang hampa udara di luar angkasa. Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan SpaceX sedang mengusahakan hal ini, dan orang-orang bisa mendaftar untuk perjalanan luar angkasa pada 2019.
7. Senjata Laser
Perkembangan teknologi masa depan di sektor militer meyakini senjata laser akan menjadi senjata generasi selanjutnya. Prototipe senjata laser yang telah diujicoba mampu menghancurkan kapal kecil, menembak jatuh rudal dan pesawat nirawak. Namun, senjata ini belum mampu mengubah wajah peperangan di dunia karena belum diproduksi dalam jumlah besar. Laser merupakan berkas cahaya yang dapat melaju dengan kecepatan cahaya mencapai 300.000.000 meter per detik!
8. Alat pencetak makanan
Memasak bukanlah keahlian yang dimiliki banyak manusia modern. Nah, manusia modern kini tak perlu pusing jika tidak bisa memasak. Natural Machines, perusahaan percetakan makanan 3D mengaku sudah memiliki teknologi yang diperlukan untuk mencetak makanan seperti burger dan pizza dalam bentuk 3D.
==================================================================================================
1. Teknologi Cloud Computing :
Komputasi awan (cloud computing) adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat pengelolaan data dan aplikasi, di mana pengguna komputer diberikan hak akses (login). Penerapan komputasi awan saat ini sudah dilakukan oleh sejumlah perusahaan IT terkemuka di dunia. Sebut saja di antaranya adalah Google (google drive) dan IBM (blue cord initiative). Sedangkan di Indonesia, salah satu perusahaan yang sudah menerapkan komputasi awan adalah Telkom (Anggi, pusatteknologi.com).
Ada 3 (tiga) model pengiriman (delivery) dalam komputasi awan: (1) Software as a Service (SaaS), (2) Platform as a Service (PaaS), dan (3) Infrastructure as a Service (IaaS). SaaS merupakan layanan untuk menggunakan aplikasi yang telah disediakan – penyedia layanan mengelola platform dan infrastruktur yang menjalankan aplikasi tersebut. PaaS merupakan layanan untuk menggunakan platform yang telah disediakan – pengembang fokus pada aplikasi yang dibuat tanpa memikirkan tentang pemeliharaan platform. IaaS merupakan layanan untuk menggunakan infrastruktur yang telah disediakan.
Dari definisi diatas kita dapat memahami mengapa kita membutuhkan mobile computing. Kata kuncinya adalah kita manusia dinamis yang senantiasa bergerak dan berkembang dari satu keadaan ke keadaan yang lain. Sehingga membutuhkan suatu device yang mampu mengikuti pergerakan kita. Bergerak disini dilihat dari dua sisi yaitu orang dan device.
Selain dari manfaat-manfaat yang dimiliki oleh mobile computing, mobile computing juga memiliki kekurangan. Kekurangan tersebut antara lain:
1. Rendahnya jaringan bandwidth
Untuk mempermudah membayangkan seberapa kecil ukuran nano, kita bisa mengambil contoh seekor kutu yang mempunyai ukuran dalam millimeter. Ukuran seekor kutu ini adalah 1000 kali lebih kecil dibandingkan manusia. Kemudian, coba kita bayangkan, bakteri atau amuba (amuba berukuran 1-2 mikron) adalah makhuk hidup yang berukuran 1000 kali lebih kecil dibandingkan seekor kutu. Dan benda berukuran nanometer adalah 1000 kali lebih kecil dibandingkan dengan amuba.
Mengapa nanosains dan nanoteknologi menjadi sangat penting dan menarik?
Warna merupakan salah satu sifat (optik) yang berbeda pada material berskala nano. Sifat lainnya, seperti fleksibilitas/kekuatan (sifat mekanik) dan konduktivitas, juga merupakan sifat yang sering sangat berbeda pada material skala nano. Hal inilah yang membuat material skala nano mempunyai sifat yang unik. Nanomaterial secara umum mempunyai karakteristik: ringan, kecil, mempunyai properti unggul dan super.
2) Coating: nanopaints
3) Energi: penggunaan nano solar cell
Grid computing merupakan salah satu jenis dari komputasi modern. Grid
computing adalah arsitektur yang menghasilkan sistem informasi
perusahaan yang berbiaya rendah dan lebih adaptif terhadap bisnis. Grid
computing juga dapat diartikan resource dan penyelesaian masalah
terkoordinasi dalam organisasi virtual yang dinamis dan
multi-institusional. Grid computing memiliki perbedaan yang lebih
menonjol dan diterapkan pada sisi infrastruktur dari penyelesaian suatu
proses. Grid computing adalah suatu bentuk cluster (gabungan) komputer –
komputer yang cenderung tak terikat batasan geografi.
Pemilihan nama Grid sendiri adalah sebagai bentuk kiasan bagi pembuatan computer power agar dapat diakses semudah mengakses electric power, sehingga harus memiliki kemampuan untuk mengakses computing power (CPUs), aplikasi perangkat lunak dan data penelitian dalam suatu bentuk “on-demand”.
Berikut adalah beberapa konsep dasar dalam Grid Computing:
Berikut ini contoh Beberapa kluster/grid computing yang ada di Indonesia adalah:
1. Hoverboard atau Skateboard Terbang
Kalau ini sih bukan masa depan lagi, memang sudah ada dan mulai dijual di pasaran. Self-balancing scooter atau dikenal dengan hoverboard ini akan menjadi tren kendaraan sekarang. Hoverboard bekerja dengan cara menyeimbangkan otomatis kondisi badanmu dan navigasinya.
Namun, sebenarnya hoverboard yang diharapkan di masa depan adalah perangkat mirip skateboard yang penggunaannya benar-benar tanpa roda dan bisa terbang melayang. Sudah ada beberapa perusahaan yang tengah mengembangkan ini, dan mungkin kita bisa melihatnya dalam waktu dekat.
2. Sepatu Pintar
Sepatu pintar ini dapat mendeteksi gerakan penggunanya dari dari berjalan, lari, hingga mendaki. Nantinya sepatu pintar ini akan mengirimkan informasi seperti jarak yang ditempuh, kecepatan, dan jumlah kalori terbakar ke smartphone yang kamu pairing. Canggihnya, sepatu pintar ini ditenagai baterai yang mampu bertahan selama 60 hari.
3. Robot Tentara
Robot tentara juga diprediksi akan menjadi objek perkembangan teknologi masa depan tercanggih di dunia militer. Akurasi dan perhitungan komputer serta pengurangan korban nyawa manusia menjadi alasan kuat bagi negara-negara seperti China dan Amerika Seirkat mengembangkan teknologi ini.
4. Survey Cuaca dan Pemilihan Partai dengan Artificial Intelligence
Proyek terbaru James Bridle ingin menujukkan bahwa kondisi cuaca mempengaruhi jumlah voting pada pemilu. Ia kemudian membangun model machine learning untuk memprediksi hasil pemilu berdasarkan kondisi cuaca tersebut. Random memang, tapi pada intinya artificial intelligence memang sudah banyak digunakan pada kehidupan nyata pada saat ini, meski penggunaannya bisa dibilang masih pada tahap awal dan masih butuh penyempurnaan lagi ke depannya.
5. Mobil Terbang
Mobil ini seperti kendaraan di film-film sci-fi. Sebentar lagi kamu akan melihat perkembangan teknologi masa depan mobil melayang di angkasa! Mobil ini bisa berjalan di jalan biasa dan udara. Penggunanya pun memerlukan sertifikasi pilot untuk menjamin keselamatan operasional mobil terbang ini.
6. Wisata Luar Angkasa
Perkembangan teknologi masa depan di dunia antariksa juga amat pesat. Sebentar lagi, kamu akan bisa menikmati berwisata dan melihat-lihat Bulan dan Bumi dari atas ruang hampa udara di luar angkasa. Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan SpaceX sedang mengusahakan hal ini, dan orang-orang bisa mendaftar untuk perjalanan luar angkasa pada 2019.
7. Senjata Laser
Perkembangan teknologi masa depan di sektor militer meyakini senjata laser akan menjadi senjata generasi selanjutnya. Prototipe senjata laser yang telah diujicoba mampu menghancurkan kapal kecil, menembak jatuh rudal dan pesawat nirawak. Namun, senjata ini belum mampu mengubah wajah peperangan di dunia karena belum diproduksi dalam jumlah besar. Laser merupakan berkas cahaya yang dapat melaju dengan kecepatan cahaya mencapai 300.000.000 meter per detik!
8. Alat pencetak makanan
Memasak bukanlah keahlian yang dimiliki banyak manusia modern. Nah, manusia modern kini tak perlu pusing jika tidak bisa memasak. Natural Machines, perusahaan percetakan makanan 3D mengaku sudah memiliki teknologi yang diperlukan untuk mencetak makanan seperti burger dan pizza dalam bentuk 3D.
==================================================================================================
1. Teknologi Cloud Computing :
Komputasi awan (cloud computing) adalah teknologi yang menjadikan internet sebagai pusat pengelolaan data dan aplikasi, di mana pengguna komputer diberikan hak akses (login). Penerapan komputasi awan saat ini sudah dilakukan oleh sejumlah perusahaan IT terkemuka di dunia. Sebut saja di antaranya adalah Google (google drive) dan IBM (blue cord initiative). Sedangkan di Indonesia, salah satu perusahaan yang sudah menerapkan komputasi awan adalah Telkom (Anggi, pusatteknologi.com).
Ada 3 (tiga) model pengiriman (delivery) dalam komputasi awan: (1) Software as a Service (SaaS), (2) Platform as a Service (PaaS), dan (3) Infrastructure as a Service (IaaS). SaaS merupakan layanan untuk menggunakan aplikasi yang telah disediakan – penyedia layanan mengelola platform dan infrastruktur yang menjalankan aplikasi tersebut. PaaS merupakan layanan untuk menggunakan platform yang telah disediakan – pengembang fokus pada aplikasi yang dibuat tanpa memikirkan tentang pemeliharaan platform. IaaS merupakan layanan untuk menggunakan infrastruktur yang telah disediakan.
Ada 4 (empat) model penyebaran
(deployment) dalam komputasi awan: (1) public cloud, (2) private cloud,
(3) hybrid cloud, dan (4) community cloud. Public cloud penggunaannya
hampir sama dengan shared hosting, di mana dalam 1 (satu) server ada
banyak pengguna. Private cloud hanya ada 1 (satu) pengguna dalam server.
Hybrid cloud dapat digunakan untuk public atau private cloud. Sedangkan
community cloud dapat digunakan bersama-sama oleh beberapa perusahaan
yang memiliki kesamaan kepentingan (Ulum, 2015, blog.wowrack.co.id).
Model penyebaran komputasi awan kadang sering disebut sebagai cloud
storage.
Komputasi awan menjawab masalah dan
tantangan IT. Sebut saja di antaranya adalah masalah tingginya anggaran
investasi IT dan rencana pemulihan bencana (Disaster Recovery Plan, DRP)
sebagai bagian dari business continuity. Kedua masalah tersebut dapat
terjawab dengan baik oleh komputasi awan. Masalah lainnya, seperti
tingginya tuntutan kebutuhan perusahaan, dapat terjawab dengan baik oleh
komputasi awan dengan cara ketangkasan dalam pengembangan
(seagate.com).
Beberapa pertimbangan utama sebelum
beralih ke komputasi awan: (1) ketersediaan dan kecepatan internet, (2)
kontrak jaminan tingkat pelayanan (Service Level Agreement, SLA), (3)
komitmen/kesungguhan pelayanan penyedia jasa, (4) pengalaman penyedia
jasa (khususnya di bidang komputasi awan), (5) on demand self service,
(6) komputer server down, (7) keamanan dan privasi, (8) lokasi data dan
yurisdiksi/ketetapan hukum, (9) backup data dan DRP, dan (10) biaya yang
akan dikeluarkan.
Dengan adanya komputasi awan, jumlah
komputer beserta sejumlah perangkat infrastruktur yang melekat dapat
dihilangkan/dikurangi secara signifikan. Pergeseran tren perusahaan
dalam membeli serta memelihara server dan aplikasi on-premise yang
mahal, bergerak menuju ke bentuk metode penyewaan IT, sesuai dengan
kebutuhan (cloudindonesia.com).
IT bukan merupakan pemberi kontribusi
terbesar dalam pertambahan panas di Bumi. Tapi dengan menerapkan Green
IT, salah satunya menerapkan komputasi awan, maka akan memberikan
kontribusi positif dalam rangka mengurangi dampak negatif dari pemanasan
global. Aktivitas cetak-mencetak kertas dapat dihindari. Komputasi awan
mendukung Green IT, khususnya dalam hal efisiensi energi (karena
penghilangan komputer beserta perangkatnya) dan paperless.
2. Mobile Computing :
Pengertian mobile computing adalah kemampuan teknologi untuk menghadapi perpindahan/pergerakan manusia
dalam penggunaan komputer secara praktis. Beberapa pengertian tentang mobile
computing diantaranya :
1. Mobile
computing merupakan paradigma baru dari teknologi yang mampu melakukan
komunikasi,walaupun user melakukan perpindahan.
2. Merupakan
kemajuan teknologi komputer, sering disebut sebagai mobile computer (portable computer) yang dapat berkomunikasi dengan jaringan tanpa kabel (nirkabel).
3. Merupakan
sekumpulan peralatan(hardware), data, dan perangkat lunak aplikasi yang bermobilisasi/berpindahlokasi.
4. Merupakan
kelas tertentu dari system terdistribusi dimana beberapa node dapat melepaskan
diri dari operasi terdistirbusi, bergerak bebas, dan melakukan koneksi kembali
pada jaringan yang berbeda.
5. Tidak sama dengan wireless computing.
Dari definisi diatas kita dapat memahami mengapa kita membutuhkan mobile computing. Kata kuncinya adalah kita manusia dinamis yang senantiasa bergerak dan berkembang dari satu keadaan ke keadaan yang lain. Sehingga membutuhkan suatu device yang mampu mengikuti pergerakan kita. Bergerak disini dilihat dari dua sisi yaitu orang dan device.
Pergerakan dari User
-
Perpindahan posisi geografis
-
Perpindahan jaringan komunikasi
-
Perpindahan peralatan komunikasi
-
Perpindahan antara aplikasi
Pergerakan dari Device
-
Perpindahan posisi geografis
-
Perpindahan jaringan komunikasi
Jenis
Mobile Computing
-
Laptop
-
Wearable computer
-
PDA
-
Smart phone
-
Carputer
-
UMPC
Dengan
menggunakan mobile computing, kita akan memperoleh banyak sekali Kelebihan. Kelebihan
tersebut antara lain:
1. Mobilitas
1. Mobilitas
Anda tidak perlu mengikat diri ke
tempat tertentu. Anda dapat melakukan pekerjaan Anda saat duduk di mobil atau
kereta api. Anda dapat berkomunikasi dengan orang lain sambil duduk di mana
saja di dunia. Anda dapat chatting online dengan teman-teman Anda dan anggota
keluarga sambil duduk di pantai. Anda dapat melakukan pekerjaan kantor Anda
sambil duduk di mana saja.
2. Keefektifan
2. Keefektifan
Dengan menggunakan mobile computing,
lebih banyak pekerjaan dapat diselesaikan karena fleksibilitas dalam hal tempat
bekerja
Selain dari manfaat-manfaat yang dimiliki oleh mobile computing, mobile computing juga memiliki kekurangan. Kekurangan tersebut antara lain:
1. Rendahnya jaringan bandwidth
Pengguna mobile dapat terhubung ke
jaringan nirkabel melalui berbagai jaringan komunikasi termasuk radio nirkabel,
wireless Local Area Network (LAN), nirkabel selular, satelit, dll Setiap
jaringan nirkabel menyediakan kapasitas bandwidth yang berbeda. Namun,
bandwidth nirkabel ini terlalu kecil dibandingkan dengan jaringan tetap seperti
ATM (Asynchronous Transfer Mode) yang dapat memberikan kecepatan hingga
155Mbps.
2. Biaya komunikasi asimetrik
2. Biaya komunikasi asimetrik
Kapasitas bandwidth yang berbeda
antara hilir komunikasi dan komunikasi upstream telah menciptakan sebuah
lingkungan baru yang disebut Lingkungan Komunikasi asimetrik. Bahkan, ada dua
situasi yang dapat mengakibatkan komunikasi asimetri, Salah satunya adalah
karena kemampuan perangkat fisik. Misalnya, server memiliki pemancar siaran
kuat, sedangkan klien mobile memiliki kemampuan transmisi kecil. Yang lain
adalah karena pola aliran informasi dalam aplikasi. Misalnya, dalam situasi
dimana jumlah server jauh lebih sedikit daripada jumlah klien, itu adalah
asimetris karena ada tidak kapasitas yang cukup untuk menangani permintaan
simultan dari beberapa klien.
3. Koneksi yang lemah
3. Koneksi yang lemah
Pengguna Mobile sering terputus dari
jaringan. Hal ini mungkin terjadi karena beberapa alasan, termasuk kegagalan
sinyal, jangkauan sinyal yang kurang luas, area blank spot, dan penghematan
daya. Tetapi hal ini juga bisa menguntungkan karena modus aktif membutuhkan
seribu kali power lebih besar daripada perangkat dalam kondisi standby atau
mode sleep. Sinyal radio nirkabel mungkin juga akan melemah karena jarak yang
jauh dari sumber sinyal dimana pengguna bergerak.
4. Konsumsi tenaga
4. Konsumsi tenaga
Mobile computing sangat bergantung
pada daya tahan baterai.
3. Ubiquitous Computing :
Konsep dasar mengenai ubiquitous computing
pertama sekali diperkenalkan oleh Gordon Moore pada tahun1965. Moore
mengamati bahwa jumlah transistor pada sebuah sirkuit meningkat dua kali
lipat setiap tahunnya. Pengamatan ini kemudian melahirkan Moore’s Law
Electronics yang menyakan “The future of Integrated Electronics is
the future of electronics itself. The advantages of integration will
bring about a proliferation of electronics, pushing this science into
many areas. Integrated circuits will lead to such wonder as home
computer-or at least terminal connected to a central computer-automatic
control for automobiles, personal portable communications equipment”.
Moore mengemukakan bahwa di masa depan seluruh alat elektronik akan
saling terhubung dan dikontrol pada sebuah komputer secara otomatis.
Sementara itu istilah ubiquitous computing sendiri pertama sekali diperkenalkan oleh Mark Weiser pada tahun 1988 di XEROX PARC ketika menjabat sebagai direktur Computer Science Laboratory (CSL).
Weiser berpendapat bahwa di masa depan teknologi komputer akan kita temui ditanamkan (embedded)
pada setiap perangkat yang kita gunakan sehari-hari, dimana perangkat
tersebut akan mendukung aktifitas harian kita, dan relevan dengan
aktifitas harian kita masing-masing, mengelola rumah kita. Weiser
menyebutkan “The most profound technologies are those that
disappear. They weave themselves into the fabric of everyday life until
they indistinguishable from it”. Menurut Weiser, ubiquitous computing adalah the next generation computing environment dimana penggunanya secara terus menerus berinteraksi dengan jaringan wireless komputer, computing ada di seluruh aktifitas manusia dan invisible kepada penggunanya. Ada tiga key points menurut Wiser, yaitu: (1) Contrasting virtual reality yakni menanamkan (embedded) komputer ke dalam real world, bukan real world kedalam komputer; (2) Challenging the Personal Computing paradigm yakni terlalu berfokus pada mesin dibandingkan task yang harus diselesaikan; (3) New Era of Computing yakni komputer ada di setiap aktifitas kehidupan kita.
Gambar 1 merupakan contoh dari ubiquitous computing. Pengguna terhubung dengan berbagai layanan yang diakses melalui smart devices pada smart environment dengan menggunakan smart interaction. Hal ini akan mengubah paradigma computing time shared by many people menjadi human time shared by many computers. Bagaimana hal ini dimungkinkan? Perkembangan teknologi komputer sendiri sah mendukung hal-hal berikut ini: (1) Microprocessors sudah berukuran kecil sehingga mudah ditanamkan diperangkat yang digunakan pada aktifitas sehari-hari; (2) Storage harganya sudah lebih terjangkau dan dengan kapasitas yang besar; (3) Wireless networking
tersedia untuk mendukung komunikasi; (4) Material baru untuk mendukung
berbagai bentuk kebutuhan seperti e-ink, dan tampilan yang fleksibel.
Ubiquitous computing system merupakan perubahan paradigma dari personal computing menjadi physical integration. Pada era personal computing membutuhkan perhatian penuh pengguna dan tidak menggimplentasikan context-awareness dalam pengembangannya, sementara itu pada era ubiquitous computing system sudah melibatkan context-awareness dan melibatkan human-computer pada sistem. Context-awareness yang
dimaksud adalah memodelkan aktifitas penggunanya (yang dapat diukur
secara tenjibel) dalam berbagai situasi untuk mempelajari kebiasaan
pengguna dalam mengoptimalkan sistem. Sehingga kita sulit membedakan
aktifitas yang berinteraksi dengan komputer atau manusia.
Penerapan ubiquitous computing seperti
pada Info Pad.InfoPad merupakan penelitian yang dilakukan di
universitas UC Berkeley, berkaitan dengan Ubiquitous Computing System.
Penelitian ini dimulai pada tahun 1992 yang bertujuan menyediakan
informasi multimedia yang akan diakses oleh 50 pengguna pada lokasi yang
sudah ditentukan secara bersamaan. InfoPad menggunakan devices yang
menampilkan informasi multimedia secara portable dengan wireless
terminal dengan cost rendah.
Seluruhnya informasi multimedia disimpan
di server. InfoPad menggunakan LCD dan stylus untuk mendukung interaksi
pengguna dengan devices. Pengembangan lebih lanjut lagi, InfoPad
menggunakan pengenalan suara (speech recognition) dalam
menerima perintah dari penggunanya. Pengenalan suara akan memetakan
masing-masing suara ke perintah dari pengguna jika menggunakan stylus.
Seluruh pengolahan masukan data dan pengembalian informasi dilakukan di
server, InfoPad hanya bertujuan untuk menerima data dari pengguna dan
menampilkan informasi dari server. InfoPad dapat digunakan pada daerah
yang sudah ditentukan UC Berkeley melalui wireless connection.
Arsitektur InfoPad proyek seperti tertera pada gambar diatas.
4. Nano Science :
Nanosains (nanoscience) atau nanoteknologi (nanotechnology),
saat ini banyak diteliti oleh para ilmuwan luar negeri terutama di
negara maju seperti Amerika, Eropa, dan Jepang. Nanosains pertama kali
diperkenalkan oleh seorang ahli fisika bernama Richard Phillips Feynman
pada tanggal 29 Desember 1959 dalam pertemuan tahunan Masyarakat Fisika
Amerika (American Physical Society) di California Institute of Technology
(Richard Phillips Feynman merupakan Pemenang Hadiah Nobel Fisika tahun
1965). Pada pertemuan tersebut, Richard Phillips Feynman memberikan
gambaran dari istilah nanosains yang kita kenal sekarang ini dalam
pidatonya yang berjudul “There’s Plenty of Room at the Bottom”.
Sebenarnya apa yang disebut dengan nanosains?
Nanosains dan nanoteknologi adalah studi
perilaku benda-benda dan struktur pada skala yang sangat kecil yaitu
sekitar 1 nanometer (
m) sampai 100 nanometer (
=
m). Istilah nano berasal dari kata Yunani yang berarti kerdil. Satuan
nano merupakan ukuran panjang sebesar sepermiliar meter atau
1/1.000.000.000 meter. Panjang 1 nanometer merupakan panjang dari
barisan 10 atom hidrogen, suatu ukuran yang sangat kecil.
Untuk mempermudah membayangkan seberapa kecil ukuran nano, kita bisa mengambil contoh seekor kutu yang mempunyai ukuran dalam millimeter. Ukuran seekor kutu ini adalah 1000 kali lebih kecil dibandingkan manusia. Kemudian, coba kita bayangkan, bakteri atau amuba (amuba berukuran 1-2 mikron) adalah makhuk hidup yang berukuran 1000 kali lebih kecil dibandingkan seekor kutu. Dan benda berukuran nanometer adalah 1000 kali lebih kecil dibandingkan dengan amuba.
Mengapa nanosains dan nanoteknologi menjadi sangat penting dan menarik?
Yang membuat nanosains/nanoteknologi
menjadi spesial adalah bahwa pada jenis material yang sama, apabila
material tersebut mempunyai ukuran beberapa nanometer, seringkali
material tersebut akan menunjukkan sifat yang sangat berbeda dan unik.
Menariknya, perbedaan ukuran skala besar pada material yang sama tidak
menunjukkan hal tersebut. Sebagai contoh, unsur Au mempunyai warna indah
coklat kekuningan yang kita ketahui sebagai “emas”. Akan tetapi, jika
kita hanya mempunyai 100 atom Au yang kemudian disusun menjadi sebuah
kubus, warnanya akan jauh lebih merah dan sangat berbeda dengan warna
emas. Dan faktanya, partikel Au akan menghasilkan warna berbeda seperti
merah, biru, kuning atau warna lain tergantung dari ukuran partikel.
Warna merupakan salah satu sifat (optik) yang berbeda pada material berskala nano. Sifat lainnya, seperti fleksibilitas/kekuatan (sifat mekanik) dan konduktivitas, juga merupakan sifat yang sering sangat berbeda pada material skala nano. Hal inilah yang membuat material skala nano mempunyai sifat yang unik. Nanomaterial secara umum mempunyai karakteristik: ringan, kecil, mempunyai properti unggul dan super.
Beberapa aplikasi nanosains/nanoteknologi
1) Material serba guna
Material buatan berstruktur nano (artificial nanostructure) yang banyak diteliti oleh ilmuwan antara lain: Carbon Nanotubes (CNT) dan Fullerene.
CNT mempunyai kekuatan 100 kali lebih kuat dibanding dengan baja dan
sangat fleksibel sehingga bila CNT ini ditambahkan ke dalam material
seperti bemper mobil, material tersebut akan mempunyai kekuatan dan
fleksibilitas yang sangat tinggi.
Nanopaint adalah jenis lapisan atau coating yang diterapkan ke permukaan benda dengan cara yang mirip dengan cat berbasis minyak atau air. Karakteristik utama dari nanopaint adalah bahwa senyawa tersebut mengandung partikel skala nano berupa nanotube. Sebuah nanotube
membantu menciptakan sebuah penghalang efektif yang mencegah banyak hal
dari gangguan eksternal. Contoh pemanfaatan sifat ini adalah aplikasi nanopaint pada mobil yang membuat permukaan mobil lebih halus, berwarna sangat berkilat, serta tahan terhadap goresan.
Sel surya pada skala nano (nano solar cell)
mempunyai beberapa keuntungan, misalnya efisiensinya akan meningkat.
Ukuran sel surya menjadi lebih kecil dan praktis, akan tetapi mempunyai
kapasitas yang tinggi. Ahli kimia Paul Alivisatos, seorang profesor
kimia di Universitas California, Berkeley, mengembangkan penelitian
untuk meningkatkan efisiensi dari sel surya. Efisiensi ini juga mampu
mengurangi biaya produksi pembuatan nano solar cell. Nano solar cell ini menggunakan nanorod yang sangat kecil yang tersebar dalam polimer.
Beberapa terobosan yang muncul di bidang nanosains di atas
mengindikasikan bahwa saat ini ilmu dan teknologi nano telah banyak
dikembangkan dan semakin banyak dilakukan penelitian oleh para ilmuwan
untuk mengetahui potensi-potensi yang masih banyak tersimpan dalam
sebuah material berskala nano. Mungkin beberapa tahun ke depan segala
aspek kehidupan manusia, seperti pada bidang otomotif, kosmetik ,
farmasi, tekstil, militer, lingkungan hidup, energi dan konservasinya,
akan menggunakan produk-produk berskala nano.
5. Grid Technology :
Pemilihan nama Grid sendiri adalah sebagai bentuk kiasan bagi pembuatan computer power agar dapat diakses semudah mengakses electric power, sehingga harus memiliki kemampuan untuk mengakses computing power (CPUs), aplikasi perangkat lunak dan data penelitian dalam suatu bentuk “on-demand”.
Berikut adalah beberapa konsep dasar dalam Grid Computing:
- Sumber daya dikelola dan dikendalikan secara lokal.
- Sumber daya berbeda dapat mempunyai kebijakan dan mekanisme berbeda, mencakup Sumber daya komputasi dikelola oleh sistem batch berbeda, Sistem storage berbeda pada node berbeda, Kebijakan berbeda dipercayakan kepada user yang sama pada sumber daya berbeda pada Grid.
- Sifat alami dinamis: Sumber daya dan pengguna dapat sering berubah
- Lingkungan kolaboratif bagi e-community (komunitas elektronik, di internet)
- Hardware/Sumber daya (Dibuat tersedia dari site-site berbeda yang terdistribusi secara geografis, mencakup CPU/Storage/Instruments, dll…)
- Software: Sesuatu yang menghubungkan bersama-sama semua sumber daya ini: Beberapa aplikasi untuk menggunakan sumber daya komputasi yang dibuat tersedia
- Orang-orang: Siapa yang memelihara Grid, dan Siapa yang menggunakan Grid
- Keamanan (security)
- Pengelolaan sumber daya (resource management)
- Pengelolaan data (data management)
- Layanan informasi (information services).
Berikut ini contoh Beberapa kluster/grid computing yang ada di Indonesia adalah:
- LIPI Public Cluster (http://www.cluster.lipi.go.id/)
- Kluster Rekayasa Komputasional ITB (http://computational.engineering.or.id)
- NL Grid UGM (http://grid.te.ugm.ac.id/docs/)
- Grid UI (http://grid.ui.ac.id/)
- Grid computing menjanjikan peningkatan utilitas, dan fleksibilitas yang lebih besar untuk sumberdaya infrastruktur, aplikasi dan informasi. Dan juga menjanjikan peningkatan produktivitas kerja perusahaan.
- Grid computing bisa memberi penghematan uang, baik dari sisi investasi modal maupun operating cost–nya.
- Manajemen institusi yang terlalu birokratis menyebabkan mereka enggan untuk merelakan fasilitas yang dimiliki untuk digunakan secara bersama agar mendapatkan manfaat yan lebih besar bagi masyarakat luas.
- Masih sedikitnya Sumber Daya Manusia yang kompeten dalam mengelola grid computing. Contonhya kurangnya pengetahuan yang mencukupi bagi teknisi IT maupun user non teknisi mengenai manfaat dari grid computing itu sendiri.





















Comments
Post a Comment