Istana: Menteri Tak Ada yang Mau Temui Guru Honorer





Screenshot :






Opini :
Menurut saya, yang dilakukan mereka ini (guru honorer) itu benar. Mereka mempunyai tujuan untuk bisa diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), serta ingin bertemu dengan 3 Menteri dan Presiden, Mereka rela menunggu Presiden ataupun para Menteri untuk bisa bertemu langsung dan menuntut kepada Presiden dan Para Menteri. Tapi, demo secara mendadak seperti itu tidak akan memberikan hasil yg memuaskan. Mengapa?, karena untuk bertemu Presiden maupun para Menteri Negara, diharuskan sebelumnya membuat janji terlebih dahulu untuk bertemu mereka. Karena Presiden dan Menteri itu mempunyai banyak kegiatan yang dilakukan untuk memperbaiki Negara Kesatuan Republik Indonesia ini. Mereka adalah orang - orang penting yg mengurus Negaranya supaya tidak kacau terhadap Negara yang sedang di pegangnya. Dan juga menurut saya, untuk bisa mendapatkan kenaikan status menjadi Pegawai Negeri Sipil itu diharuskan memenui kriteria dan kouta untuk bisa menjadi PNS itu ialah terbatas. Tidak bisa 70.000 ribu guru honorer tersebut bisa langsung menjadi PNS. Karena setiap tahunnya mempunyai batas kouta untuk naik menjadi PNS. Jadi, menurut saya solusi yang tepat untuk meminimalisir permasalah tersebut adalah, mereka harus bisa memantaskan diri untuk bisa naik status menjadi PNS dan juga sebelum melakukan demo, diharuskan untuk membuat janji terlebih dahulu untuk bisa bertemu Presiden dan Para Menteri. Jangan lebih mementingkan egonya masing - masing dan bisa membuat rencana untuk demo kedepannya. Itu saja pendapat dan solusi yang saya berikan dikolom opini ini, jika ada salah kata mohon dimaafkan. Terimkasih.

Sumber Referensi :
https://nasional.kompas.com/read/2018/11/01/18225691/istana-menteri-tak-ada-yang-mau-temui-guru-honorer (01/11/2018 - 20:16 WIB)
"Kami menolak untuk melanjutkan mediasi dengan mereka karena percuma, tidak ada solusi. Mereka pun tidak tau bagaimana mempertemukan kami dengan Presiden," kata Titi.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Istana: Menteri Tak Ada yang Mau Temui Guru Honorer", https://nasional.kompas.com/read/2018/11/01/18225691/istana-menteri-tak-ada-yang-mau-temui-guru-honorer.
Penulis : Ihsanuddin
Editor : Krisiandi
JAKARTA, KOMPAS.com - Deputi IV Kantor Staf Presiden Eko Sulistyo mengatakan, Sekretariat Negara sudah mencoba menghubungi sejumlah menteri terkait aksi unjuk rasa guru honorer di Istana, Selasa (30/10/2018) dan Rabu (31/10/2018). Selain ingin bertemu Jokowi untuk menuntut pengangkatan mereka sebagai pegawai negeri sipil, para guru honorer juga menuntut bertemu dengan tiga menteri terkait. "Mereka tuntutannya bertemu tiga menteri. Menteri tidak ada yang mau menerima," kata Eko kepada Kompas.com, Kamis (1/11/2018). Ketiga menteri tersebut, yakni Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Syafruddin. Sementara tuntutan para guru honor untuk bertemu Jokowi, menurut dia juga tidak bisa dipenuhi. Sebab, Presiden Jokowi tidak bisa bertemu secara dadakan. "Presiden tidak bisa dadakan begitu. Saya sarankan, kalau misalnya mau ketemu presiden jangan begitu, ajukan surat, ajukan apa," kata Eko. Alhasil, kata dia, para guru honorer yang melakukan aksi unjuk rasa hanya bertemu dengan perwakilan dari Setneg dan KSP. Namun, pihak Setneg dan KSP tidak bisa menjanjikan apapun terkait nasib guru honorer karena bukan pengambil keputusan. Sementara itu, sebelumnya Presiden Joko Widodo tak menjawab saat ditanya soal demo yang dilakukan guru honorer ini. Ditemui wartawan seusai menghadiri Sains Expo di ICE, BSD, Tangerang Selatan, Kamis (1/10/2018), Jokowi hanya tersenyum kecil dan berjalan meninggalkan wartawan saat ditanya soal masalah guru honorer. Diberitakan, guru honorer yang melakukan aksi unjuk rasa di depan Istana kecewa karena gagal bertemu Presiden Joko Widodo. Ketua Forum Honorer K2 Indonesia (FHK2I) Titi Purwaningsih mengatakan, aksi unjuk rasa itu sudah dilakukan sejak Selasa (30/10/2018). Ia mengklaim guru honorer yang ikut aksi mencapai 70.000 orang dari 34 provinsi. Namun karena tak ada tanggapan Jokowi atau pihak Istana, akhirnya massa pun bermalam disana dengan beralaskan aspal dan beratapkan langit. "Kami rela tidur di depan Istana, bayar sewa bus jadi lebih mahal hanya karena ingin mendapat jawaban dari Jokowi," kata Titi kepada Kompas.com, Kamis (1/11/2018). Setelah bermalam di seberang Istana, pada Rabu paginya aksi kembali dilanjutkan. Akhirnya, kata dia, perwakilan massa diterima perwakilan Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan (KSP) pada Rabu sore. Namun menurut Titi, pihak KSP tak menjanjikan apapun terkait nasib para guru honorer. Permintaan agar para guru honorer bisa bertemu langsung dengan Presiden Jokowi atau menteri terkait juga ditolak oleh pihak KSP. "Kami menolak untuk melanjutkan mediasi dengan mereka karena percuma, tidak ada solusi. Mereka pun tidak tau bagaimana mempertemukan kami dengan Presiden," kata Titi. Akhirnya, pada Rabu sore itu, para guru honorer terpaksa membubarkan aksi tanpa membawa hasil.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Istana: Menteri Tak Ada yang Mau Temui Guru Honorer", https://nasional.kompas.com/read/2018/11/01/18225691/istana-menteri-tak-ada-yang-mau-temui-guru-honorer.
Penulis : Ihsanuddin
Editor 

Comments

Popular posts from this blog

Tugas Kedua Softskills - Inovasi SI & New Technology

Penerapan COBIT dalam Tata Kelola Sistem Informasi Business Intelligence pada Perusahaan Minuman Ringan

Review - Review Film dan Tulisan